AIR MURNI RO

| Jernih, Murni, Sehat dan Hemat |

Perbedaan antara mineral organik dan anorganik

Proses sirkulasi air terjadi mulai dari penguapan air di laut dan sungai menjadi awan, kemudian turun ke bumi kembali sebagai air hujan. Ketika hujan jatuh ke permukaan tanah dan menyerap ke dalam, maka air yang tadinya adalah berupa molekul-molekul H2O saja, mulai membawa berbagai kandungan zat yang ada dalam tanah, diantaranya yaitu berupa mineral-mineral. Baik itu mineral organik maupun mineral anorganik.

Berikut adalah tinjauan singkat atas perbedaan antara keduanya :

Mineral Organik – Di dapat dari sumber yang hidup atau mempunyai kehidupan, mengandung karbon dan dapat membawa kehidupan bagi sel-sel di dalam tubuh. Mineral organik umumnya berasal dari susu dan tumbuh-tumbuhan, seperti sayuran, kacang-kacangan dan buah-buahan.

Mineral Anorganik (bukan organik) – Dari sumber yang tidak hidup, tanpa karbon dan tidak dapat membawa kehidupan sel. Mineral anorganik umumnya berasal dari dalam tanah, mineral ini tidak dapat dimanfaatkan oleh manusia atau binatang, tetapi tumbuhan dapat memprosesnya. Tumbuhan akan menyerap mineral anorganik dari dalam tanah melalui akarnya dan melalui proses fotosintesis diubah menjadi mineral organik.

Mineral anorganik yang masuk kedalam tubuh manusia tidak dapat diproses dan akan dikeluarkan kembali melalui air seni. Dan hal ini tentu akan memperberat kerja ginjal.

Macam-macam mineral anorganik dalam air misalnya Kalsium Karbonat (CaCo3), Besi (Fe), Mangan (Ma), Natrium (Na), dll. 

Dr Norman W. Walker, dalam salah satu bukunya tentang masalah air, mengatakan bahwa orang yang minum air dua gelas besar per hari dalam 70 tahun kehidupannya, akan ada total 17.000 liter air. Dan jika tidak di saring , akan mempunyai cadangan mineral anorganik seperti Kalsium Karbonat, magnesium dan mineral lainnya yang tidak dapat digunakan oleh tubuh. Sebagian besar mineral anorganik tersebut akan dikeluarkan dari tubuh setelah diproses oleh ginjal. Ada yang dapat dikeluarkan secara tuntas, tetapi bila tidak; hal inilah yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.

Mengenai ambang batas kandungan mineral organik maupun anorganik yang di izinkan dalam air minum dapat di lihat di sini.

About these ads

1 December, 2008 - Posted by | Dunia Air | , ,

11 Comments »

  1. Mineral an-organik tidak dibutuhkan oleh tubuh. Menurut penjelasan anda, bahwa bila mineral an-organik kita minum, akan dengan sendirinya keluar melalui air seni dan resikonya hanya membebani kerja ginjal. Pendapat ini berseberangan dengan pendapat Dr. Mayo (pendiri Mayo Clinic – salah satu RS papan atas i USA). Menurut Mayo, bahwa mineral an-organik tidak bisa dikeluarkan dari dalam tubuh. Justru akan mengendap di hampir semua sel tubuh sperti ginjal, pankreas, mata, pembuluh darah, dll.

    Mohon pencerahannya.

    Terima kasih.

    Amri

    Comment by Amri Munthe | 18 December, 2008

  2. Terima kasih sudah berkunjung. Resiko awal adalah memperberat kerja ginjal, tetapi bila ginjal gagal mengeluarkan secara tuntas mineral anorganik tsb, tentu akan mengendap dalam sel-sel tubuh yang akhirnya menpengaruhi metabolisme tubuh. Mengenai pendapat Dr.Mayo mungkin yang anda maksud adalah mineral anorganik yang gagal dikeluarkan oleh tubuh, sebagian besar akan mengendap dalam sel. Kalau demikian saya rasa tidak bertentangan. Karena bila semua mineral anorganik tidak dapat dikeluarkan dari tubuh tentu akan sangat berbahaya.

    Comment by chenks | 24 December, 2008

  3. Apakah air laut/sari air laut (biasanya digunakan dlm bentuk tetes mineral sari air lat) termasuk mineral organik? Kalau kita minum air RO yg TDS-nya dibawah 20 ppm secara terus-menerus apa dampak bagi tubuh? Trus, mineral organiknya didapt dr mana?

    Comment by ibnu | 30 January, 2009

  4. Mengenai tetes mineral sari laut saya kurang jelas mineral apa yang terkandung di dalamnya. Biasanya bisa di lihat di kemasan / kandungan dari produk tersebut.
    Mineral organik di paling umum diperoleh melalui makanan kita sehari2, terutama buah2an dan sayuran.
    Meminum air RO akan meringankan kerja ginjal dan juga meningkatkan metabolisme tubuh.

    Comment by chenks | 2 February, 2009

  5. saya setuju dengan pendapat anda bawa mineral anorganik sebaiknya memang tidak dikonsumsi, cukup kalau kita makan 4 sehat lima sempurna itu artinya kita sudah cukup menmenuhi kebutuhan kita akan mineral hanya bagi mereka yang sekali waktu melakukan aktifitas berat sehigga membutuhkan pengganti mineral yang hilang,bolehkah mengkonsumsi, contohnya air mineral dalam kemasan? kalau tidak apa cukup hanya dengan konsumsi sayur dan buah yang ditambah porsinya? Lalu bagaimana dengan dengan AMDK bermineral yang ada di pasaran saat ini?

    Comment by saksana dewi | 6 March, 2009

  6. Pak apakah RO boleh dipanaskan, misalnya direbus untuk membuat air teh atau air kopi. Makasih…oh ya jangan lupa mampir di blogku…

    Comment by panji | 8 August, 2009

  7. Boleh saja, karena untuk membuat kopi atau teh kan tetap butuh air panas…hanya saja kalo air dididihkan maka kadar oksigennya akan berkurang karena menguap. demikian penjelasannya…terima kasih!

    Comment by chenks | 10 August, 2009

  8. mas aku mau gabung pengen lebih mngenal lagi tentang segala seatu yg berhubngan dengan isi ulang.aku mau tnya apakah ro yg menggunakan air bisa dari pam.bukan dari air dari mata air itu standar layak minum?aku sedang mngoperasikan 1 depot isi ulang.tolong arahan nya .terimah kasih.

    Comment by suherman | 5 October, 2009

  9. klo untuk filter air, mas bisa di jelas kan secara gambang lagi ngak mas? ,tentang dan jenis ukuranya?terimah kasih

    Comment by suherman | 5 October, 2009

  10. Salam kenal, semuanya.
    saya Agung dari lampung, tertarik sekali dengan diskusi mengenai mineral. sebagai orang awam di masalah air minum, terkadang kita jumpai rasa air minum isi ulang dengan teknologi RO yang rasanya PAHIT dan ada pula yang rasanya seperti AIR MENTAH, mohon informasinya, apa penyebab kedua masalah tersebut.Apakah ini ada kaitannya dengan MINERAL yang sedang didiskusikan?

    salam

    Agung.

    Comment by Agung | 26 June, 2010

  11. Rasa air RO bagi sebagian orang yg sudah bertahun2 minum air biasa untuk pertama kali mencoba memang agak berbeda. Hal ini karena pengaruh dari PH air RO yg memang agak rendah di banding dengan air mineral umumnya. Tetapi bila kita panas dalam dan kurang minum maka air RO yg diminum rasanya akan agak pahit, ini memberi tanda bahwa badan kita kurang sehat. Untuk mendapatkan air RO terbaik kita pun harus waspada, karena ada air RO yg hanya menonjolkan TDS yg rendah bahkan nol. Tetapi pengolahannya ditambah zat2 yg sebenarnya kurang baik buat kesehatan. Kalau bisa produksi sendiri RO yg anda minum.

    Comment by chenks | 30 June, 2010


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: