AIR MURNI RO

| Jernih, Murni, Sehat dan Hemat |

Mengapa air minum di galon ada ‘jentik’ ?

Pernahkah anda menemukan ada binatang kecil dalam air minum anda ? Saya yakin di antara kita pasti pernah mengalaminya. Biasanya kita menyebutnya ‘encuk’ atau ‘jentik’. Dalam air minum akan bergerak-gerak layaknya jentik nyamuk di air pada umumnya.

Bila kita menemukan hal demikian pasti bisa dipastikan bahwa air tersebut telah tercemar. ‘Jentik’ atau ‘encuk’ bisa muncul karena adanya pencemaran mikrobiologi dalam air minum. Tapi dari mana sumber pencemaran tersebut ?

Ada 3 kemungkinan pencemaran tersebut berasal :

  1. Proses Produksi; pencemaran tersebut karena air minum yang dihasilkan memang kurang bersih. Biasanya terjadi dalam proses produksi untuk menghasilkan air minum tersebut. Bisa karena waktu pakai filter dan Ultraviolet yang sudah lewat batas waktu penggunaan. Tahap Utraviolet yang berfungsi untuk mematikan/mensterilkan bakteri dan virus dalam air mempunyai jangka waktu tertentu dalam pemakaiannya. Yang terjadi ada kalanya Utraviolet tersebut sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, namun tetap dipakai. Hal ini bisa karena kurang pahamnya operator atau karena unsur kesengajaan karena ingin menghemat biaya pergantian ‘lampu ultraviolet’ , umumnya kasus ini sering terjadi di Depot air minum isi ulang. Tetapi produsen air minum dalam kemasan (AMDK) biasanya mempunyai kontrol dan standarisasi yang lebih ketat dalam proses produksi, sehingga hal ini jarang terjadi.
  2. Proses Pencucian; galon yang kurang bersih dalam proses pencuciannya, sehingga masih ada kotoran yang tertinggal dalam galon akan mengakibatkan air minum akan tercemar ulang. Hal ini lebih rentan terjadi bila anda membeli air minum isi ulang. Karena umumnya kontrol terhadap kebersihan galon tidak seketat produsen AMDK.
  3. Proses Pengemasan/Pengisian, dalam tahap ini pencemaran ulang bisa terjadi, biasanya adalah karena tempat/tangki penyimpanan air  yang kurang bersih atau dalam proses pengisian ke galon. Udara yang kotor (debu) membawa banyak bakteri dan virus yang tidak kelihatan. Jadi bila dalam proses pengisian ke dalam galon terjadi kontak dengan udara terbuka, ada kemungkinan bakteri dan virus dalam udara masuk ke dalam galon. Di sinilah terjadi pencemaran ulang, air minum yang tadinya sudah bebas dari pencemaran mikroorganisme akhirnya tercemar lagi.
  4. Konsumen; hal ini juga sering terjadi, air minum dalam galon bila sudah di buka kadang tidak di tutup kembali dengan baik. Ada kalanya juga dispenser air yang telah di angkat galonnya dibiarkan terbuka tanpa di tutup. Hal-hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran ulang karena debu/kotoran yang terbawa dari udara dapat saja masuk kedalam galon atau dispenser air yang terbuka.

Secara umum, air minum isi ulang lebih banyak terjadi kasus adanya ‘jentik’ di banding dengan AMDK, namun banyak juga Depot air minum isi ulang yang baik. Anda dapat lihat dalam tulisan saya sebelumnya dalam memilih depot air minum isi ulang yang baik. Jadi bila anda ingin air minum yang bebas dari ‘jentik’, pastikan anda memperoleh dari sumber yang terpercaya dan rawatlah peralatan air minum anda sebagaimana mestinya.

14 December, 2008 - Posted by | Info Sehat, Polutan Air | , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: